Setelah lama meninggalkan paket BROOM Unlimited (dulu masih harga 100rb per-bulan) dan kecewa dengan kualitas koneksinya, hingga akhirnya kartu SIM-nya hilang bersamaan dengan ponsel LG KU250 yang dijadikan modem (digondol maling :p) kini saya mencoba kualitas koneksi BROOM Classic.

Menurut promosinya BROOM Classic memiliki kecepatan penuh (tidak seperti paket unlimited yang kecepatannya menurun setelah mencapai kuota tertentu), dan hasil ujicoba di Samarinda hasilnya sebagai berikut:


Dengan Speed Test IM2 dapat dilihat bahwa kecepatan downloadnya menyentuh 437 kbps (3G/UMTS) dan kecepatan uploadnya di 53 kbps.


Sedangkan hasil download speed dalam proses update yum repository pada gambar diatas menyentuh kecepatan 28 KB/s.

Kualitas yang diperoleh menurut saya cukup lumayan dan sebanding dengan harganya. Untuk saya pribadi saya lebih membutuhkan koneksi yang handal untuk mendukung keperluan koneksi internet saya ketika sedang tidak berada di kantor.

Untuk modem saya menggunakan Huawei E160 dan sudah dapat dikenali dengan baik di Linux. Hanya tinggal menginstall tool usb_modeswitch untuk memilih mode USB pada Huawei E160.

Facebook Comments

3 comments

  1. jacobian at January 22, 2010 9:32 AM  

    saya make broom unlimited dan ya kecepatan saya hampir sama dengan hasil yg di atas. :-)

    my_blog

  2. Anonymous at April 7, 2010 6:21 AM  

    saya juga pake modem huawei E160G yang mungil itukan,,simcartnya pake IM2..tapi ko lemot banget yah,,ga nyampe sperti yang dituliskan diatas..minta tips untuk mepercepat kinerjnya dong..repot nian nih..

    thanks

  3. Lia at July 21, 2010 1:10 AM  

    Saya coba setting internet pake huawei e160 juga di fedora 9, tapi nggak berhasil juga. Bisa dibagi caranya setting internet di fedora 9? Thx

Post a Comment